The 18th ASEAN Working Group on Social Forestry Meeting


Bagikan Bagikan
Blog Single
Halo Social Forester! Kami punya informasi terbaru nih buat kalian semua, yang pastinya tentang Perhutanan Sosial. Yuk, simak!

Pada hari Senin ini, tepatnya pada tanggal 27 May 2024 telah terlaksana AWG-SF Meeting ke-18 yang diadakan secara virtual.

Apa sih AWG-SF itu? ASEAN Working Group on Social Forestry atau AWG-SF merupakan forum Perhutanan Sosial se-Asia Tenggara. Setiap tahunnya negara-negara se-ASEAN berkumpul di dalam forum ini untuk memberikan update Perhutanan Sosial di negara masing-masing.

Jika pada tahun lalu Malaysia yang menjadi host AWG-SF ke-17, pada tahun ini Myanmar yang mendapatkan kesempatan istimewa untuk menjadi host AWG-SF Meeting Ke-18 dan pimpinan sidang.

Bertempat di Bogor, penyelenggaraan AWG-SF meeting untuk delegasi Indonesia yang yang didukung oleh pendanaan dari GCF output 2, Indonesia sebagai Lead Country AWG-SF, telah memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan terkini terkait Sistem Informasi dan Komunikasi AWG-SF sejak Pertemuan AWG-SF ke-17.

Lalu pada sesi Country Reports, Tubagus Ajie Rahmansyah (Kepala Sub Direktorat Penyiapan Persetujuan Hutan Kemasyarakatan dan Hutan Tanaman Rakyat) selaku Head of Delegation Indonesia, menyampaikan update strategi dan kebijakan nasional untuk mempromosikan Perhutanan Sosial di Indonesia, perencanaan terpadu untuk percepatan implementasi pengelolaan Perhutanan Sosial dari tahun 2023 hingga 2030, contoh praktik-praktik terbaik dari implementasi Perhutanan Sosial di Indonesia, update perkembangan capaian Perhutanan Sosial di Indonesia, upaya pemerintah dalam mengembangkan adaptasi perubahan iklim berbasis ekosistem, pengalaman serta pembelajaran Indonesia dalam memasarkan dan mempromosikan produk-produk Perhutanan Sosial, tantangan-tantangan yang dihadapai Indonesia dalam pengembangan Perhutanan Sosial, serta rekomendasi dan rencana baik secara nasional maupun secara regional untuk memperkuat pengembangan Perhutanan Sosial.

Pada pertemuan ini, Delegasi Republik Indonesia berasal dari Perwakilan Unit Kerja Eselon II Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan: Setditjen PSKL, Direktorat PKPS, Direktorat PUPS, Direktorat PKTHA, Direktorat KL, dan Biro Kerja Sama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal KLHK..

Lembaga mitra Perhutanan Sosial seperti RECOFTC, NTFP-EP, ICRAF-CIFOR, dan UN-REDD Progamme juga memberikan update terhadap dukungan mereka terhadap negara-negara ASEAN dalam pelaksanaan praktik Perhutanan Sosial.

Kalian tahu gak? ASEAN Working Group on Social Forestry (AWG-SF) ini merupakan panggung utama di mana negara-negara Asia Tenggara berkumpul untuk bertukar ide dan pengalaman dalam konteks Perhutanan Sosial. Sebagai forum yang mendorong partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan dan sumber daya alam, AWG-SF juga memainkan peran penting dalam mempromosikan keberlanjutan ekologis dan sosial. Dengan fokus pada prinsip-prinsip keadilan, kesejahteraan sosial, dan pelestarian lingkungan, AWG-SF menjadi motor penggerak di Asia Tenggara untuk membangun kesadaran akan pentingnya perlindungan lingkungan dan keberlanjutan ekonomi melalui praktik Perhutanan Sosial yang inklusif.

See you next year in the next AWG-SF Meeting.
Salam lima jari 👋🏻



#AWGSF2024 #18thAWGSFmeeting #socialforestry #hutansosial #iamsocialforester